Honda Genio Bekas Layakkah Dibeli? Cek Biaya Perawatannya

Honda Genio Bekas Layakkah Dibeli? Cek Biaya Perawatannya

Honda Genio Bekas Layakkah Dibeli? Cek Biaya Perawatannya

Genio juga model teranyar bahkan muda di pada line-up skutik Honda lainnya. Meski baru berusia satu tahun lebih, teryata unit bekasnya terpangkas memadai banyak. Bahasa kerennya, terdepresiasi. Jika dilihat harganya memadai jauh dibandingkan bersama harga unit baru. Bagi para pemburu, liat pertimbangan menguntungkan rugi selanjutnya ini. Lengkap bersama estimasi biaya komponen tahunannya.
FS88BET
Setidaknya hasil penelurusan kita tunjukkan ada selisih Rp 4,2 juta – Rp 6 jutaan. Besar buat ukuran skutik pemula. Hari ini Genio dipasarkan menjadi Rp 17,68 juta – Rp 18,150 juta OTR Jakarta. Sementara yang bekas udah sanggup kita temukan menjadi Rp 11 jutaan. Paling mahal Rp 14 juta, tergantung model dan juga kondisi.

Hasil tadi umumnya berada di wilayah Jabodetabek. Kalau area Jawa Barat, Tengah, Timur, dan juga luar pulau Jawa, sudah pasti agak sedikit mahal. Lantaran dari nilai barunya pun udah berbeda. Kurang lebih selisihnya di kisaran ratusan ribu sampai sejutaan Rupiah.

Lantas, apa untungnya membeli bekas? Kondisi motor barangkali besar mendekati kategori segar. Sebab, usianya belum lama. Toh jika dipakai harian, paling-paling kekurangan berjalan di kira-kira bodi. Alias biasa disebut pedagang “lecet pemakaian”. Bukan berkenaan susah jika jarak harganya sampai Rp 6 juta.

Pun sektor mesin, mestinya sehat-sehat saja. Kalau perlu perbaikan kecenderungannya hal-hal minor. Bukan major. Misal seperti penggantian busi, oli, filter, dan juga komponen fast moving lain. Ruang bakar mestinya safe dari segala risiko. Termasuk alat suplai bensin, dengan kata lain injektor.

Termasuk kampas rem dan peremajaan CVT. Selama motor jalankan perawatan rutin, bukan tidak barangkali Anda tinggal gunakan saja. Tanpa perlu mengobrak-ngabrik sektor terkait. Lagi pula jika diharuskan, paling seputar belt dan roller saja. Tidak mahal.

Perlu dicatat, keuntungan ini sanggup didapat oleh para calon konsumen yang berniat bayar tunai. Atau, udah menyediakan budget duit wajah besar, maupun hasil jual motor sebelumnya. Maksudnya, lebih baik menabung sedikit untuk meminang Genio bekas agar sanggup menebus kontan. Dari pada terkena bunga pinjaman.

Lain cerita jika baru miliki duit tak seberapa dan menyediakan budget kecil untuk angsuran bulanan. Sudah tentu lebih baik membeli baru. Toh selisih itu nantinya juga tak terasa. Belum kembali mendapat fasilitas jasa servis gratis dan juga umumnya asuransi kehilangan. Beli bekas dan baru menjadi tak berarti gapnya untuk kasis begini.

Apa ruginya? Risiko membeli kendaraan bekas tetap ada. Sebab kita tak memahami bagaimana pemilik sebelum memperlakukan motor. Atau jika tengah sial, mendapat unit bekas banjir. Keahlian berburu benar-benar dibutuhkan. Kalau perlu ajak rekan dan montir yang memahami soal teknis.

Tak miliki kenalan? Cara paling gampang, memandang peristiwa servis di bengkel resmi. Motor usia segini mestinya teratur karena masih ada fasilitas dan garansi. Jika sering absen jalankan perawatan, baca saja di buku servisnya. Komponen apa yang mestinya perlu diganti, lanjut dikalkulasi berapa biaya yang perlu dikeluarkan untuk benda terkait.

Kekurangan lain dari membeli bekas, biaya servis gratis umumnya juga udah habis. Alhasil, Anda perlu menjamin sepenuhnya sendiri. Namun tetap saja, kita percaya jika mendapat unit fresh biaya perbaikan tak bakal seberapa.

Perkiraan Biaya Perawatan
Kami sempat berhitung soal biaya perawatan Honda Genio tahun pertama dan tahun kedua, langsung ke bengkel resmi di Kawasan Jakarta Selatan. Meski kala itu merupakan simulasi buat unit baru, setidaknya sanggup menjadi acuan. Tinggal tambahkan biaya tiap servis Rp 80 ribu dan tak ada oli gratis senilai Rp 47 ribu. Sekadar itu bedanya.

Di kali pertama, konsumen perlu mengganti oli tiap 2.000 km. Jika dihitung jarak harian wajar (Jakarta), setidaknya di dalam sehari motor berjalan 30-35 km. Mestinya pas, paling tidak mendekati 2.000 km di dalam dua bulan. Skema ini bakal tidak serupa jika motornya jarang dipakai. Harganya RP 47 ribu.

Perlu dicatat, pelumas ini berjumlah 800 ml. Lebih dari memadai untuk mengisi kadar oli Genio, 650 ml. Jadi simpan baik-baik sisanya, untuk dipakai kemudian hari. Setelah itu, motor pun diberi treatment pembersihan CVT dan pemeriksaan seluruh komponen fundamental. Ongkosnya Rp 80 ribu.

Berikutnya pada 4.000 km (bulan ke empat), belum ada komponen yang perlu diganti, jika oli. Kali ini Anda perlu membelinya kembali seharga Rp 47 ribu. Jika hendak sekalian servis, tambahkan kembali cocok biaya sebelumnya.

Nah, fase ketiga servis sebetulnya ada di 8.000 km atau bulan kedelapan. Namun pada 6.000 km tentu Anda perlu mengganti oli bukan? Saran kami, lebih baik menunggu sampai 8.000 km jika mau perawatan. Karena bakal lebih banyak penggantian komponen. Jadi, memadai membeli oli saja.

Dan kala udah masuk delapan bulan atau 8.000 km, busi dan juga oli transmisi sebaiknya diganti. Masing-masing harganya Rp 25 ribu dan Rp 15 ribut. Tak benar-benar mahal. Plus jangan lupa membeli MPX 2 lagi, karena udah melalui kelipatan 2,000 km.

Sama seperti jeda fase sebelumnya, servis teratur tahap tiga keempat juga mengharuskan Genio rubah pelumas lebih awal. Karena momen paling akhir dijadwalkan kala menyentuh 12.000 km atau 12 bulan. Seperti biasa, CVT, kemudi dan area fundamental lain di check menyeluruh. Plus satu botol oli lagi.

Nah, jika dihitung semua, setahun pertama konsumen perlu mempersiapkan biaya Rp 500 ribuan. Ditambah, masih miliki sisa oli yang dikumpulkan. Jumlahnya memadai untuk mencukupi sekali penggantian. Sekali kembali yang perlu diingat, hitung tadi gunakan skema jarak penggunaan 30-35 km sehari, yang kita anggap relevan bersama keperluan harian. Semua tergantung pada pemakaian, sanggup lebih murah atau lebih mahal.

Masuk tahun kedua, tambahkan dulu pajak tahunan. Tak begitu mahal, jumlah pokoknya hanya Rp 194 ribuan. Belum juga SWDKLLJ. Kurang lebih keseluruhan yang dibayar kira-kira Rp 230 ribuan, tergantung area masing-masing. Serta jumlah kepemilikan berdasarkan nama.

Baru sesudah itu, jalankan penggantian oli di 14.000 km. Fase ini asumsikan saja gratis, karena gunakan sisa oli tadi. Berikutnya di 16.000 km, tidak cuman kembali menguras pelumas, busi dan pelicin transmisi udah waktunya diganti. Berikut filter udara seharga Rp 51 ribu, kampas rem depan Rp 83 ribu, dan juga kampas rem belakang Rp 53 ribu. Ongkos jasanya Rp 80 ribu. Meliputi pemeriksaan dan pembersihan rem, kemudi dan lainnya. Lengkap. Jadi jika ditotalkan, Rp 354 ribu.

Jeda menuju 22.000 km memadai jalankan penggantian oli teratur sebanyak dua kali. Dan di titik ini, komponen CVT perlu diremajakan. Sabuk dan juga roller harganya Rp 133 ribu udah juga biaya pasang. Katakanlah, di sini juga Anda jalankan servis teratur dan rubah oli. Tambahkan Rp 127 ribu. Terakhir, kala raih 24.000 km, kampas kopling udah habis jaman tugas. Tenang, harganya masih bersahabat, Rp 129 ribu juga ongkos. Jangan lupa juga membeli pelumas lagi.

Total di tahun kedua, Rp 1,1 jutaan. Tentu saja melonjak jauh dari setahun pertama. Mengingat perlu membayar pajak dan mengganti komponen besar. Tapi inilah angka yang relevan menjadi acuan berikutnya. Tinggal hitung kelipatan kilometer saja.

Data Teknis
Genio menjadi proyek pilot Honda di dalam aplikasi struktur baru. Rangka eSAF (enhanced Smart Architecture Frame), berhasil membawa dampak keseluruhan beratnya 89 kg, untuk varian CBS. Semetara yang CBS-ISS selisih satu kilogram lebih berat. Angka ini memadai memukau. Relevan bersama statusnya skutik entry level.

Bicara efisiensi bahan bakar, Genio diklaim sanggup menoreh angka 59 kpl. Dengan catatan, keadaan ISS terus menyala dan dites pada laboratorium khusus. Hal ini sanggup didapat berkat pemasangan mesin 110 cc eSP baru, dan juga racikan ukuran diameter dan langkah 47 mm x 63,1 mm. Karena itulah, tidak cuman mengkonsumsi bahan bakar optimal, tenaganya raih 8,9 Hp/7.500 rpm dan torsi 9,3 Nm/ 5.500 rpm.

Kunjungi Juga : Kabar dan Berita Otomotif dan Mesin

Kelengkapan fitur juga udah modern. Lampu utama udah LED, sekaligus pake model separator, pancarkan kesan futuristik sekaligus retro. Lantas panel meternya juga full digital, meski minim Info dan negative displaynya monoton. Terakhir, udah ada power outlet di di dalam bagasi 14 liter-nya. Relevan bersama keperluan anak muda jaman kini.

Untuk model paling atas (CBS-ISS) seharga 18,15 juta OTR Jakarta, disediakan di dalam enam pilihan kelir. Mulai dari Matte Black, Trendy Black, Trendy Black-Red, Trendy White, Trendy White Blue, dan juga Trendy White Red. Khusus yang hitam dan putih, bahkan kenakan jok dan plastik dek coklat, sampai kelihatan lebih premium.

Sementara versi CBS, senilai Rp 17,68 juta OTR Jakarta, diisi oleh lima tewa warna. Smart Black, Smart Black-Red, Smart Red, Smart Silver, dan juga Smart White-Blue. Sayangnya tak ada opsi bersama aksen coklat di sini. Finishingnya pun glossy semua.

Author: publisher

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *